Judul Buku :
Transformasi Health Literacy Remaja: Pencegahan HIV/AIDS dengan Teknologi Virtual Reality dan Health Belief Model
Penulis :
Dr. Rusli Taher, S.Kep., Ns., M.Kep
Prof. Dr. dr. H. Muh. Syafar, MS
Prof. Dr. dr. A. Indahwaty Sidin, MHSM
Prof. Dr. Stang, M.Kes
Dr. Oedojo Soedirman, MPH., MA., Ph.D
Prof. Dr. dr. Syamsiar S. Ruseng, MS
Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM., M.Kes., M.Sc.PH
Dr. dr. Andi Armyn Nurdin, M.Sc
Dr. Saharullah, S.Kep., Ns., M.Kes
Dr. Abdul Thalib, S.Kep., Ns., M.Kep.
Firmansyah, S.Si, Apt., M.Kes
Sri Resky Mustafa, S.Kep., Ns., M.Kep
Khalida Ziah Sibualamu, S.Kep., Ners., M.Kep
Alfian Rajab, S.Kep., Ns., M.Kep
Evi Kusmayanti, S.Kep.,Ners., M.Kep
Aslinda, S.Kep., Ns., M.Kes
Dr. Bdn. Nurhikmah, SKM., S.ST., M.Kes.
Editor :
Prof. Dr. dr. H. Muh. Syafar, MS
Penerbit : CV. Paperhome Indonesia
Tebal : vii + 130, 155 x 230 mm
Cetakan : Cetakan Pertama Oktober 2024
ISBN:
Sinopsis :
Buku ini menghadirkan pendekatan inovatif dalam meningkatkan literasi
kesehatan remaja mengenai HIV/AIDS melalui teknologi Virtual Reality
(VR) dan kerangka Health Belief Model (HBM). Remaja merupakan
kelompok usia yang rentan terhadap risiko penularan HIV/AIDS, sehingga
edukasi yang efektif dan mudah dipahami sangat penting dalam upaya
pencegahan.”Transformasi Health Literacy Remaja” tidak hanya
menyajikan informasi seputar HIV/AIDS, namun juga memberikan
panduan bagaimana teknologi VR dapat digunakan sebagai alat interaktif
untuk mengubah persepsi dan meningkatkan kesadaran remaja.
Dengan pendekatan Health Belief Model, buku ini membantu remaja
memahami faktor-faktor yang memengaruhi keyakinan mereka terkait
kesehatan, termasuk persepsi risiko, manfaat pencegahan, hingga
hambatan yang mungkin mereka hadapi. Edukasi yang interaktif,
berteknologi tinggi, dan relevan dengan gaya hidup remaja menjadi inti
dari buku ini, dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif
dan perilaku sehat yang lebih baik dalam masyarakat.”Transformasi Health
Literacy Remaja” adalah panduan penting dalam memanfaatkan teknologi
digital untuk menghadapi tantangan kesehatan di era modern,
khususnya dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja.